Proud Member of Asian Brain

tommy's page





Anne Ahira the Asian Brain CEO
Anne Ahira
Asian Brain CEO

Knowing Anne Ahira

Anne Ahira - She's Good or Not

Anne Ahira Introduce Asian Brain IMC



ANDI - Proud member of Asian Brain by Anne Ahira

Tommy Andrian is my alias name.

Pertama kali saya mengetahui Asian Brain secara tidak sengaja. Sedangkan nama Anne Ahira pernah saya dengar dan baca iklan di koran tentang elite team.

Biasalah, cari-cari peluang untuk menghasilkan melalui internet adalah pekerjaan sampingan. Waktu itu tahun 2005, sedang ngetrend e-Gold. Wah, enak juga bisa transaksi dengan mudah, tidak selalu harus dengan kartu kredit.
Semakin banyak program yang saya ikuti. Kan, ada e-Gold, bisa bayar dengan cepat. Instant to join-lah pokoknya.

Sampai suatu saat, saya join program HYIP ¹
Nggak pakai mikir lama, dimulai dari kecil sampai akhirnya cukup besar yang saya investasikan.
Saya selalu berprinsip, tak kenal maka tak sayang - tak mencoba maka tak tahu. Tadinya sekedar coba-coba dan akhirnya kepincut.

Tak lama berselang, saya berhasil ...
Eh, koq tau sih. Pernah yah punya pengalaman yang sama. Lebih besar pasak dari pada tiang.
Saya tidak mendiskreditkan program serupa, mungkin saya yang salah memilih waktu itu dan tidak menilai who's behind the program.

Jera/kapok! tidak juga. Seringkali saya berpikir, belajar itu mahal dan resikonya terkadang lebih mahal lagi (Malu atuh diketawain teman dan istri).
Beneran, saya tidak jera. Buktinya waktu itu saya tidak menghentikan beberapa program yang saya ikuti, yang juga terus membutuhkan subsidi dana. Kan ada e-Gold, memudahkan transaksi.

Walau tidak jera, tetapi pola pikir saya jadi berubah. Dasarnya karena selama ini gampang sekali saya membayar, tetapi hasilnya koq tidak sepadan.
Saya bertekad tidak lagi mau bergabung dengan program-program lainnya, tetapi harus belajar dan kalau bisa membuat program serupa seperti yang pernah saya ikuti. Paling tidak ikut terlibat langsung dengan semua upaya untuk mendapatkan hasil sebagai online marketer.

Klik sana, klik sini, akhirnya nyasar ke Asian Brain dan tampak fotonya Anne Ahira dengan senyumnya yang khas.
Waktu itu seingat saya disponsori oleh Herman Sean (372292). Btw, saya tidak pernah dengar lagi nama mas Herman, baik di forum atau di komunitas Asian Brain lainnya. Ataukah punya nama alias juga?

Saya jadi ingat nama alias saya sendiri - Tommy Andrian.
Sebenarnya, melihat fotonya Anne Ahira saya terkesan dan begitu saja percaya pada pandangan pertama.
Apalagi Anne Ahira dengan headline Asian Brain yang menyebabkan saya terus membaca sales letter Ahira:
Ada Ribuan Celah Untuk Mendapatkan Penghasilan Tambahan Lewat Internet. Sayangnya, Tidak Semua Orang Tahu Bagaimana Caranya!

Begitu menghentak hati saya, dua kata: Bagaimana Caranya! identik dengan belajar menurut saya.
Klop, semangat belajar saya menggebu. Apalagi Anne Ahira mengklaim bahwa ada ribuan cara dan mau mengajarkan bagaimana cara berjualan lewat internet mulai dari nol.

Sekali lagi saya berprinsip, tak kenal maka tak sayang - tak mencoba maka tak tahu.
Ada satu hal yang mengganjal, saya khawatir karena punya pengalaman buruk masalah privacy. Akhirnya saya putuskan untuk memakai nama alias.

Belajar dengan Anne Ahira di Asian Brain

Ada tiga hal yang membuat saya bergabung di Asian Brain untuk belajar dengan Anne Ahira.
Saya bertekad untuk belajar dan bertekad supaya kali ini hasil dari belajar juga memadai.
Hal ketiga adalah, saya mau mengenal Anne Ahira lebih jauh, bukankah saya harus yakin dengan who's behind the Asian Brain.

Seaching di internet tentang Anne Ahira tidak menggembirakan, hasilnya negatif.
Hal demikian tidak membuat saya surut, karena semuanya menunjukkan kearah pendapat pribadi. Sementara saya sudah download dan membaca modul pertama Asian Brain. Jujur saja kalau saya katakan saya mulai kepincut dengan gaya Ahira menyajikan materi belajar. Tidak membuat ngantuk seperti biasanya kalau saya membaca tentang pelajaran dan ternyata banyak hal yang saya pelajari di modul pertama.

Ok, saya putuskan untuk lanjut di bulan ke-dua bergabung dengan Asian Brain. Milis Asian Brain sudah mulai ramai dengan Abers yang pada umumnya masih pemula. Saya minta pendapat rekan-rekan melalui milis tentang website saya yang pertama instructions how to tie a neck tie
Ternyata beberapa rekan menanggapi dengan baik. Senang rasanya sehingga memompa semangat saya untuk terus belajar. Saya tambahkan adsense dan beberapa link affiliate. Hasilnya tidak seberapa, tapi membuat saya senang karena semua dari hasil belajar dan upaya sendiri.

Sayangnya karena pekerjaan saya harus ke pedalaman selama beberapa bulan. Tidak ada akses telepon apalagi internet menyebabkan terputus belajar di Asian Brain di bulan ke-empat. Masih ada jalan lain pikir saya, di tengah kesibukan lainnya saya sempatkan buat website lainnya dengan niche yang berbeda. Pikir saya, setelah pekerjaan selesai bisa kembali bergabung dengan Asian Brain dan membaca modul selanjutnya dari Anne Ahira.

Ternyata waktu lima bulan tidak terasa akhirnya kembali masuk kota. Senang rasanya bisa ber-internet ria kembali dan yang pertama saya lakukan adalah mengontak Asian Brain support untuk melanjutkan belajar dengan Anne Ahira. Sayangnya sistem Asian Brain menghapus nama member yang sudah tiga bulan tidak aktif, jadinya saya mulai dari awal kembali. Tidak mengapa pikir saya, toh saya jadi punya kesempatan untuk mengulang dan mengulang kembali semua modul belajar yang sudah saya download.

Saya sudah terlanjur kepincut dengan gayanya Ahira mengajar, disamping ternyata saya mendapat surat komfirmasi dari Google Adsense untuk memasukkan PIN yang dikirimkan. Setahu saya konfirmasi ini dibutuhkan kalau sudah punya komisi $ 50 di rekening, apa betul itu?
Wah, surprise! Ternyata hampir mencapai $ 200 malah. Setelah melakukan beberapa konfirmasi, akhirnya cek diterima bulan berikutnya. Duileh senangnya.
Dan saat ini terus meningkat » my last income in 2007

Saya jadi teringat guruku Anne Ahira yang pada awalnya baru bisa dapat $ 8 setelah sekian lama berjuang sendiri menjadi online marketer. Itulah resiko menjadi guru, tidak senangnya buat dia semua. Yang enak-enak buat muridnya yang bisa belajar langsung dari pengalaman sang guru.

Walaupun daftar dia Asian Brain untuk yang kedua kalinya sudah pakai nama sendiri, tetapi sejak menerima cek adsense, timbul masalah baru dengan nama alias. Cek adsense atas nama Tommy Andrian, akhirnya keponakan yang namanya dicatut saya suruh untuk mencairkan cek tersebut. Walaupun sekarang nama di Google adsense sudah bisa dirubah, acara rutin setiap kali pencairan cek untuk mentraktir ponakan tetap saja berlangsung.

Apa yang saya khawatirkan sehingga memakai nama alias tidak terbukti, Ahira justru menyarankan untuk meyakinkan pengunjung dengan memasang identitas lengkap pada setiap website agar bisa meraih kepercayaan mereka. Semuanya benar adanya, Salut untuk Ahira. Dia tidak saja pandai mentransfer ilmunya, tetapi juga selalu mengingatkan akan etika berbisnis yang baik.

Saya terus mensyukuri apa yang sudah saya dapatkan setelah bergabung dengan Asian Brain dan belajar dengan Anne Ahira. Saya berterima kasih tentu saja ke Ahira dan Asian Brain Support. Semoga suatu saat Anne Ahira dan teamnya berkunjung ke Makassar. Dengan begitu, bisa mengenal mereka secara langsung.

Dengan Asian Brain tekad saya terus berkembang dan bahkan selalu saya canangkan kalau "Saya Bisa Menjadi Murid Sekaligus Saingan Ahira" and the most important is "I Believe I Can Fly".



Google
riz home | about me | contact | sitemap | articles | disclaimer | links | © 2007-2008 riz multimedia
Anne Ahira - Asian Brain dot Net | Pusat Belajar Internet Marketing top